Asuransi dapat melindungi keluarga Anda dari dampak negatif risiko dan tragedi pribadi yang dapat melumpuhkan keuangan pribadi Anda. Anda setiap hari mengorbankan waktu dan bekerja keras supaya biaya-biaya harian keluarga dapat dibayar dan istri dan anak-anak dapat mewujudkan keinginan dan impiannya. Keterjadian salah satu risiko di mana sebagai akibat keluarga Anda tidak menerima pendapatan lagi ataupun harus menghadapi biaya-biaya tinggi yang tidak terduga bisa sangat berdampak buruk pada keuangan pribadi dan impian keluarga Anda. Tujuan dari manfaat proteksi asuransi adalah menyediakan sejumlah uang yang dapat dipakai untuk menggantikan pendapatan Anda yang hilang atau menutup biaya-biaya besar sehubungan dengan terjadinya risiko atau tragedi tersebut. Dengan ini, keuangan pribadi keluarga Anda tetap lancar dan mencukupi kebutuhan harian sehingga Anda sekeluarga tidak perlu mengorbankan impian yang indah itu.
Bayangkan saja keluarga muda yang terdiri dari suami yang berusia 32 tahun, istri yang berusia 30 tahun dan dua anak yang berusia 7 dan 8 tahun. Suami adalah pencari nafkah dari keluarga ini dan bekerja di kantor di mana dia menerima gaji yang lumayan tetapi setiap bulan hampir habis menutupi biaya hidup rumah tangganya dengan sedikit yang disisakan di dalam tabungan untuk membayar ongkos dan biaya sekolah anak-anak di masa depan. Istri tidak bekerja karena ia menempatkan seluruh perhatiannya pada pengurusan anak supaya buah hatinya dapat dibesarkan sebaik-baiknya. Bayangkan saja kalau terjadi suatu bencana pribadi di mana suami dari keluarga muda ini tidak ada lagi dan pendapatan keluarga yang tadinya mencukupi seketika hilang!!! Masa depannya akan menjadi sangat tidak cerah. Selain berduka cita atas kehilangannya, istri ini pasti akan cemas tentang masa depan. Dia akan berpikir tentang bagaimana dia akan menutupi biaya-biaya harian dari keluarganya. Dia juga akan berpikir tentang impian dia untuk pendidikan yang baik bagi anaknya, dan bagaimana dia mungkin melanjutkan cicilan tabungan berkala pendidikan. Pasti saat yang sangat menantang bagi istri ini dan dia tahu dia harus membuat keputusan yang susah sekali yang kira-kira opsinya adalah sebagi berikut:
Bayangkan saja keluarga muda yang terdiri dari suami yang berusia 32 tahun, istri yang berusia 30 tahun dan dua anak yang berusia 7 dan 8 tahun. Suami adalah pencari nafkah dari keluarga ini dan bekerja di kantor di mana dia menerima gaji yang lumayan tetapi setiap bulan hampir habis menutupi biaya hidup rumah tangganya dengan sedikit yang disisakan di dalam tabungan untuk membayar ongkos dan biaya sekolah anak-anak di masa depan. Istri tidak bekerja karena ia menempatkan seluruh perhatiannya pada pengurusan anak supaya buah hatinya dapat dibesarkan sebaik-baiknya. Bayangkan saja kalau terjadi suatu bencana pribadi di mana suami dari keluarga muda ini tidak ada lagi dan pendapatan keluarga yang tadinya mencukupi seketika hilang!!! Masa depannya akan menjadi sangat tidak cerah. Selain berduka cita atas kehilangannya, istri ini pasti akan cemas tentang masa depan. Dia akan berpikir tentang bagaimana dia akan menutupi biaya-biaya harian dari keluarganya. Dia juga akan berpikir tentang impian dia untuk pendidikan yang baik bagi anaknya, dan bagaimana dia mungkin melanjutkan cicilan tabungan berkala pendidikan. Pasti saat yang sangat menantang bagi istri ini dan dia tahu dia harus membuat keputusan yang susah sekali yang kira-kira opsinya adalah sebagi berikut:
- Mencari pekerjaan karena tabungan pasti cepat habis. Tetapi ada banyak tanda tanya yang muncul, misalnya, apakah anaknya akan mendapat asuhan yang baik kalau mamanya sering tidak ada di rumah? Apakah si istri yang selama ini memfokuskan perhatian pada pengurusan anak memiliki keterampilan kerja yang bermanfaat di tempat pekerjaan? Apakah si istri bisa mendapat gaji yang cukup untuk menggantikan pendapatan suami yang hilang dan tetap memenuhi impian dia untuk anaknya?
- Bergantung pada keluarga dan teman untuk bantuan. Pastilah ada keluarga dan teman yang mau menolong dalam situasi menyedihkan seperti ini dengan menyumbang dukungannya dalam bentuk uang ataupun makanan ataupun tempat tinggal. Tetapi, keluarga dan teman juga harus memenuhi biaya-biaya rumah tangga dari keluarga mereka kan? Untuk berapa lama si isteri ini dapat mengandalkan mereka? Apakah anak dari istri ini akan diberikan prioritas oleh keluarga ataupun temannya?
- Mengajukan klaim atas polis asuransi yang dia miliki atas jiwa suaminya. Kalau terlebih dahulu keluarga ini mengeluarkan sedikit uang setiap bulan untuk mencicil premi polis asuransi atas jiwa pencari nafkah berarti sekarang saat untuk memanfaatkan polisnya. Sejumlah uang dapat langsung dibayar oleh perusahaan asuransi ke dalam rekening bank si istri, dan uang ini cukup untuk menutupi seluruh biaya-biaya rumah tangganya untuk beberapa tahun ke depan. Kebetulan kalau dia miliki polis asuransi pendidikan, seluruh biaya-biaya dari pendidikan anaknya dapat dipenuhi dari tingkat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.
ANDA AKAN MEMILIH OPSI YANG MANA?
No comments:
Post a Comment